Al-Ittifaqiah: Sebuah Cerita dari Alumni

M. JONI RUSLI

Ketua Umum PB IKAPPI

 

Faith is taking the first step even when you don’t see the whole staircase.

—Martin Luther King, Jr—

Alumni adalah cerminan keberhasilan pondok, prestasi pondok. Kalaulah boleh dikatakan, semua proses yang pengajaran, pendidikan, pembinaan, dan pengasuhan yang dilakukan pondok sesungguhnya untuk mencetak para santri menjadi alumni. Segala upaya yang dilakukan para kyai, para guru (asatidz/ asatidzah), pengurus, staf, juga mudabbir, musrif, pengabdi, dan seluruh sumber daya manusia yang dimiliki pondok mencurahkan segenap tanaga, pikiran, waktu, potensi, keilmuan, keahlian, dan pengalamannya, pada hakikatnnya untuk melahirkan para alumni yang berkualitas, unggul, dan mumpuni. Dari sisi itu, sangat wajar bila pondok diumpakan sebagai ibu kandung para santri dan alumni. Inilah ikatan batin antara santri terhadap pondok yang semakin terjalin erat ketika mereka telah lulus dan menjadi alumni.

Selain itu, para alumni merupakan aset sekalagis potensi bagi pengembangan pondok. Banyak para alumni yang telah mengharumkan nama Sumatera Selatan di tingkat nasional serta mengangkat nama Indonesia di tingkat internasional. Mereka mengukir sejumlah perstasi dalam berbagai kegiatan, antara lain penulisan karya ilmuan, tahfizh Al-Qur’an, Musabaqah Tilawatil Qur’an, pertukaran pelajar, dan sejumlah bidang olahraga dan seni.

Setelah lulus, banyak diantara mereka yang melanjutkan studi keperguruan tinggi dalam dan luar negeri. Bahkan memperoleh beasiswa studi di Universitas Al-Azhar Mesir, Universitas Internasional Sudan, Universitas Al-Ahqaf Yaman, Universitas Kebangsaan Malysia, Universitas Arizona Amerika Serikat, Universitas Sidney Australia. Di dalam negeri, mereka tersebar di UIN Raden Fatah Palembang, Universitas Sriwijaya (UNSRI) Palembang, UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Insititut Ilmu Al-Qur’an (IIQ) Jakarta, Sekolah Tinggi Ilmu Al-Qur’an (PTIQ) Jakarta, Lembanga Ilmu Pendidikan Islam dan Arab (LIPIA) Jakarta, Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Tazkiya Bogor, dan beberapa perguruan tinggi ternama lainnya.

Alumni merupakan energi besar yang dimiliki pondok. Dari sisi jumlah, per 2017 tercatat sebanyak sebanyak 18.000-an alumni telah dilahirkan dari rahim Al-Ittifaqiah. Selain tersebar di sejumlah provinsi dan negara, para alumni Al-Ittifaqiah telah pula memainkan peran penting di masyarakat, seperti menjadi Imam Besar di Islamic Center Amerika Serikat, Hakim Mahkamah Konstitusi, Ketua Pengadilan Agama, Ketua Sekolah Tinggi, Pimpinan Pondok Pesanten, pegawai negeri, pegawai swasta, anggota TNI, Polisi dan Polwan, dosen, guru, dokter, bidan, watawan, tokoh agama, tokoh masyarakat, dan berbagai bidang pengabdian di masyarakat lainnya.

Untuk menghimpun besarnya potensi dan semakin meluasnya sebaran alumni, dibentuklah sebuah wadah silaturahmi alumni yaitu IKAPPI (Ikatan Alumni Pondok Pesantren Al-Ittifaqiah). IKAPPI diharapkan dapat mempertemukan para alumni dari lintas generasi, lintas angkatan, lintas daerah, dan lintas profesi. Secara signifikan, IKAPPI telah berfungsi sebagai perwakilan pondok di berbagai daerah, termasuk di luar negeri. Melalui IKAPPI, para alumni dapat saling berkomunikasi, bertukar informasi, bertukar gagasan dan pemikiran, bahkan peluang (beasiswa, pekerjaan, bisnis, dan sebagainya).

Meski demikian, harus diakui bahwa seluruh potensi alumni belum sepenuhnya termediasi, mengingat perbedaan angkatan, dan keterbatasan informasi keberadaan alumni. Untuk menyambungkan para alumni dari berbagai angkatan, maka PB IKAPPI menyelenggarakan Liga Alumni pada 24-27 November 2016. Di luar dugaan, acara tersebut mendapat sambutan yang luar biasa dari para alumni. Reuni Akbar Alumni yang diisi dengan sejumlah kegiatan tersebut begitu meriah karena dihadiri oleh para alumni dan masyarakat yang datang tidak saja dari Sumsel, tetapi dari luar daerah bahkan luar negeri. Antusias alumni memperlihatkan ikatan emosional yang kuat di antara para alumni, sekaligus membuktikan kebanggaan, rasa memiliki, dan kecintaan yang tinggi alumni terhadap pondok.

Memaknai besarnya harapan dan merespon aspirasi para alumni, PB IKAPPI menggulirkan program pembangun Gedung Serbaguna IKAPPI. Upaya mewujudkan mimpin para alumni untuk memiliki gedung sendiri mendapat dukungan penuh dari pengurus yayasan dan pondok. Pada 6 Februari 2017, ditandai dengan khataman Al-Qur’an oleh para santri dan alumni, secara resmi dilakukan peletakkan batu pertama oleh Ketua Yayasan Islam Al-Ittifaqiah Drs. KH. Syamsul Bahri HAR dan Mudir Pondok Pesantren Al-Ittifaqiah Drs. KH. Mudrik Qori, MA. Gedung yang berlokasi di Kampus D Al-Ittifaqiah Desa Tanjung Lubuk Ogan Ilir tersebut akan difungsikan sebagai kantor, tempat pertemuan, pengembangan unit usaha alumni, dan pelayanan masyarakat. Gedung yang direncakan dua lantai tersebut dibangun di atas lahan 15×20 m2, dan diperkirakan membutuh dana sebesar Rp1,8 M. Lebih dari itu, mimpi bersama ini mengharapkan perhatian, partisipasi, dan keterlibatan dari seluruh alumni.

Sebuah penghargaan yang sangat mengharukan bagi IKAPPI, berkat keikhlasan, kekompakan, dan ikatan persaudaraan yang kuat, tiada henti berdatang bantuan materil dan moril dari para alumni, mengalir terus menerus setiap hari. Dan, syukur alhamdulillah, dalam suasan puasa Ramadhan yang penuh berkah para alumni bersama-sama turut ambil bagian dalam pengecoran gedung tahap pertama pada 21 Juni 2017.

Bercermin dari pembangunan gedung alumni tersebut, tergambar oleh kita besarnya potensi alumni yang menghadirkan mimpi-mimpi, harapan, dan cita-cita yang jauh lebih besar. Tetapi untuk mewujudkannya, sejatinya kita harus memulai dengan satu demi satu langkah awal yang “kelihatannya” kecil, tetapi jauh lebih sulit dan tidak bisa dipandang sederhana. Dalam konteks itulah, kami ingin menyampaikan rasa gembira tak terkira sekaligus apresiasi yang setinggi-tingginya atas inisiatif menyusunan buku alumni ini.

Bagi IKAPPI ide dan inisiatif ini merupakan sebuah gerakan besar. Kehadiran buku Sebuah Cerita di Al-Ittifaqiah; Catatan Para Alumni telah mewakili kontribusi alumni dalam memaknai sekaligus menjadi penanda sejarah memperingati Setengah Abad Al- Ittifaqiah (10 Juli 1967-2017). Kepada para penulis dan editor kami sanjungkan rasa terimakasih yang mendalam atas kesediaannya untuk berbagi kesan, pengalaman, gagasan serta pemikiran tentang, untuk, dan demi Al-Ittifaqiah. Semoga keikhlasan kita semua, menjadi pembuka pintu keberkahan dan bernilai ibadah dihadapan Allah Swt.

Sekali lagi, kami menyambut baik kehadiran buku ini sebagai sebuah karya yang layak dijadikan pelajaran dan sumber inspirasi bagi seluruh alumni dan keluarga besar Al-Ittifaqiah. Lebih dari itu, semoga buku ini dapat menggugah para alumni untuk terus berkarya dan berkontribusi dalam muajahadah membangun dan memajukan pondok, sekaligus mewujudkan peran kesemestaan Al-Ittifaqiah.*

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *